Materi 03 - Perawatan Berkala Sistem Rem Hidrolik

Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit.

HiroApriIto, Karawang – Rem merupakan salah satu dari komponen yang penting dalam sepeda motor untuk dapat mengurangi kecepatan dan laju sepeda motor maupun untuk menghentikan sepeda motor. Sistem rem pada kendaraan sepeda motor merupakan system keamanan yang memegang peran yang sangat penting dalam hal mengurangi timbulnya bahaya sewaktu mengendari kendaraan sepeda motor. Sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan rem standar atau komponen khusunya rem ini akan sangat berbahaya untuk keselamatan dari pengendara tersebut atau pengguna jalan lainnya. Maka perawatan dan pengecekan secara berkala terhadap kondisi rem merupakan langkah yang harus dilakukan untuk tidak nantinya menimbulkan bahaya untuk pengendara lain.
Sistem rem cakram juga memerlukan perawatan secara berkala untuk bisa menjaga dengan bagik system dari kinerjanya. Apalagi system rem yang dapat dikatakan komponen penting yang selalu dipergunakan saat berkendara. Berikut ini akan kami sampaikan terkait dengan prosedur perawatan berkala system rem cakram atau hidrolik.

1. Pemeriksaan Efektivitas Rem
Pemeriksaan rem dilakukan dengan cara melaksanakan service atau perbaikan dari system rem hidrolik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk dapat mengetahui kemungkinan rem menyeret atau dapat diputar dengan lancer. Berikut ini adalah langkah – langkah pemeriksaan efektivitas rem.
  • Turunkan standar tengah dan angkat roda depan.
  • Putar roda untuk memeriksa seret atau tidaknya rem, saat diujicobakan.
  • Tarik dan lepaskan handle rem beberapa kali.
  • Putar roda untuk memeriksa kalau roda dapat berputar dengan lancer.
  • Ulangi kembali langkah 3 dan 4 untuk pemeriksaan pad dalam kinerja normal atau tidak.
  • Dorong kendaraan untuk memutar roda dan periksalah kalau rem bekerja dengan efektif sewaktu waktu handle rem dioperasikan.

2. Pemeriksaan ketinggian minyak rem
Pemeriksaan ketinggian minyak rem bertujuan untuk dapat mengethui volume minyak rem dalam system rem. Jika volume minyaknya berkurang. Maka ada kemungkinan system remnya mengalami kebocoran atau kampasnya sudah aus. Pemeriksaan ketinggian minyak rem dilakukan dengan cara melihat bagian daripada reservoir tank (minyak rem) yang menjadi satu dengan master silinder. Pada reservoir tersebut terdapat sight glass dengan petunjuk ketinggian minyak rem.

Cara melakukan pemeriksaan ketinggian minyak rem ialah sesuaikan dengan posisi garis Lower Level pada reservoir sehingga garis pada posisi horizontal. Llau, cek ke sight glass, periksa kalau ketinggian minyak rem berada pada posisi bawah garis Lower Level Jika, tinggi permukaan minyak rem telah turun menuju Lower Level maka break pad aus atau minyak remnya bocor. Lalu, periksa ketebalan pad dan bagian rem apakah ada yang bocor atau tidak. Jika, tidak ada keausan atau kebocoran yang terlihat maka silahkan tambahkan minyak remnya.

3. Penggantian Minyak Rem
Selanjutnya dengan melakukan pemeriksaan ketinggian minyak rem dan kondisi minyak rem, kalian perlu mengganti minyak rem jika ketinggian minyak rem berkurang dan warna minyak sudah keruh. Berikut ini merupakan langkah – langkah penggantian minyak rem.
  • Putar stang atau kemudi sehingga reservoir ke posisi yang Horizontal.
  • Lindungilah bagian motor sekitar reservoir dan part atau bagian motor yang dicat dengan menggunakan kalian lap. Persiapkan air untuk mencuci minyak rem jika terjadi tumpah dibagian motor yang dicat atau sekitar resercoir tank.
  • Lepaskan tutup reservoir tank, lalu atur katup dan diafragma pada reservoir.
  • Lepaskan cap atau tutup dari bleeder valve (katup pembuangan udara) dan sempatkan kunci pass 8 mm pada bleeser valve.
  • Pasang selang pada bleeder valve lalu kunci pass. Letakkan ujung selang pada tempat penampung untuk menampung minyak rem. 
  • Letakkan kain lap dibawah kaleng sewaktu minyak rem tidak menetes pada permukaan yang dicat saat minyak rem ditambahkan.
  • Tambahkan minyak rem baru sampai tinggi permukaan minyak rem mencapai Upper Level  pada reservoir tank.
  • Longgarkan bleeder valve.
  • Operasikan handle rem untuk mengeluarkan minyak rem. Langkah ini dilakukan untuk dapat memastikan tidak ada udara yang masuk kedalam reservoir. Tambahkan minyak rem lagi jika perlu. Ulangi langkah ini sampai minyak rem lama berganti dengan yang baru dari warna coklat ke warna kuning.
  • Setelah minyak rem terganti dengan yang baru silahkan kencangkan bleeder valve.

4. Membuang Udara pada Sistem Rem ( Air Bleeding )
Perawatan rem cakram atau hidrolik antara lain ialah harus memeriksa kebocoran dari seal-sealnya dan penggantian atau pengurasan minyak rem. Selain itu, pemeriksaan minyak rem dapat dilakukan dengan memeriksa ada atau tidaknya gelembung – gelembung udara pada minyak rem hidrolik. Gelembung udara pada system rem menyebabkan system ini tidak bekerja secara maksimal. Pemeriksaan ada tidaknya gelembung udara dapat dirasakan dengan semakin jauh jarak brake lever yang ditarik sampai terjadilah pengereman. Selain itu, rem tiba-tiba tidak bekerja tetapi setelah dilakukan pengereman secaa berulang, rem bekerja menjadi normal.

Gelembung udara pada system hidrolik dapat terjadi dikarenakan kebocoran pada seal atau kualitas dari minyak rem yang kurang baik. Selain itu, jangka waktu dalam penggunaan juga memepengaruhi timbulnya gelembung udara. Gelembung udara pada system rem dapat diatasi dengan melaksanakan pembuangan udara (air bleeding atau brake bleeding). Langkah – langkah pelaksanaan dalam pembuangan udara dari minyak rem pda tabung.
  • Pasang selang pada katup pembuangan udara, ujung selang yang sebelah direndam dalam minyak rem pada tabung.
  • Tarik dan lepas berulang kali handle rem pada tangki kemudi. Tahan handle rem pada posisi pengereman lalu Tarik dan kendorkan baut pelepas udara. 
  • Keraskan lagi baut pelepas udara. Handle rem ditarik dan dilepaskan berulang –ulang. Lalu tahan handlenya pada posisi pengereman dan kendorkan baut pelepas udara.
  • Lakukan langkah ini secara berualng – ulang hingga minyak rem keluar dari pada selang tidak mengandung gelembung udara. Kalau habis tinggal tambahkan saja minyak remnya.

Pelaksanaan air bleeding juga dapat memerlukan perlengkapan SST untuk bisa mengeluarkan minyak rem dari system rem. SST menggunakan tekanan negative untuk dapat memaksa minyak rem dan udaranya keluar. Penggunaan SST dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan service.

5. Pemeriksaan Kondisi Selang Rem
Pemeriksaan kondisi selang rem dilakukan secara visual untuk mencari kerusakan pada selang rem, misalnya adanya kebocoran atau retak – retak. Selain itu, pemeriksaan kondisi selang rem dapat dilakukan dengan melenturkan selang rem agar terlihat ada tidaknya retakkan pada selang rem. Pengujian tingkat lanjut dapat dilakukan dengan menggerakkan suspense depan naik dan turun serta pastikan selang rem tidak terjadi keretakkan atau kebocoran minyak rem.

6. Membersihkan kotoran pada Komponen Rem Cakram
Kendaraan yang dipergunakan saat musim hujjan sudah pasti akan terkena air hujan dan kotoran sehingga tentu beban dari system rem bertambah berat disebabkan terkena air hujan dan kotoran. Kinerja dari rem ini akan menjadi tidak stabil dikarenakan piringan cakram ataupun kampas pada rem menjadi licin dan mudah berkarat. Perawatan yang perlu dilakukan jika kendaraan selesai dipergunakan saat musim hujan ialah. Rem cakram sebaiknya dibersihkan dengan kain bersih atau dengan menyemprotkan cairan pembersih rem agar menjadi lebih pakem. Selain itu, sepeda motor dapat dicucui dengan air bersih yang mengalir dan tidak perlu menggunakan sabun. Setelah itu, lap dengan kain yang bersih.

Kotoran yang ada pada sela – sela cakram harus dibersihkan agar rem cakram tidak macet karena piston caliper tersumbat oelh kotoran. Perawatan secara berkala juga perlu dilakukan agar tidak timbul karat pada piringan cakram ataupun komponen – komponen rem cakram lainnya. Piringan cakram ataupun kampas yang sudah tidak layak dipergunakan sebaiknya segera dilakukan pergantian dengan yang baru.

7. Pemeriksaan Kondisi Kampas Rem
Pad atau kampas rem akan bergesekkan dengan cakram saat system rem bekerja. Gesekan pada cakram ini akan bisa membuat kampas rem lama kelamaan habis. Jika kampas rem sudah habis, maka bagian yang bergesekkan dengan cakram ialah logam tempat melekatnya kampas rem. Hal ini perlu dihindari dikarenakan akan bisa merusak cakram. Pemeriksaan kondisi kampas rem biasanya hanya memriksa sisa dari ketebalannya. Pemeriksaan ketebalan kampas rem dapat dilakukan dengan memeprhatikan alur – alur yang ada dipermukaan kampas remnya. Jika alur – alur ini masih dapat maka kampas rem masih bisa dipergunakan. Jika alur – alur bagian tengah sudah habis maka gantikan dengan yang baru. Jika salah satu sisi pad rem aus maka penggantian pad harus dilakukan pada kedua posisi, meskipun salah satu sisi masih bagus. Penggunaan pad rem baru dan lama secara berkala akan membuat kerja pengereman menjadi tidak maksimal

8. Pemeriksaan Ketebalan dan Keolengan Cakram
Ketebalan cakram harus rutin diukur karena tebal cakram akan berkurang seirining dengan pemakaian rem. Pengukuran ketebalan rem cakram bisa menggunakan micrometer karena hasil dari pengukurannya sangatlah akurat jika dibandingkan dengan jangka sorong. Ketebalan minimal cakram biasanya tertulis dibagian cakram dekat dengan poros roda. Selain ketebalan, keolengan cakram juga harus diukur dengan dial gauge / dial indicator. Cakram yang oleng akan mengurangi gaya pengereman dan merusak komponen caliper. 

Setelah pelaksanaan semua pemeriksaan berkala pada system rem cakram, dilakukan . Berikut ini merupakan langkah dalam pengecekan efektifitas rem.
  • Turunkan standar tengah dan angkat roda depan.
  • Putar roda untuk bisa mengecek seret tidaknya rem.
  • Tarik dan lepaskan handle atau tuas rem beberapa kali.
  • Putar roda untuk memeriksa kalau roda dapat berputar dengan lancer.
  • Ulangi langkah 3 dan 4 untuk memeriksa apakah pad bekerja dengan normal atau tidak.
  • Dorong kendaraan untuk memutar roda dan periksalah kalau rem bekerja dengan efektif sewaktu handle rem dioperasikan.

0 Response to "Materi 03 - Perawatan Berkala Sistem Rem Hidrolik"

コメントを投稿

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel