Cara dan Prosedur Penggunaan Power Tools

Tenang Link yang kami berikan pasti aman dari Virus, Malware, Pencurian Data, Dll.

HiroApriIto, Karawang - Selanjutnya adalah tentang bagaimana cara untuk menggunakan Power Tools setelah kalian memahami power tools dan fungsinya. Saat menggunakan power tools dimohonkan untuk behati - hati dan menggunakannya dengan benar dengan maksud dan tujuannya adalah untuk mendapatkan keselamatan kerja, terhindah dari bahaya kerja.
1. Penggunaan Mesin Bor
Pengeboran merupakan suatu pekerjaan untuk membuat lubang pada benda kerja dengan menggunakan berbagai jenis mesin bor. Hal yang perlu dipehatikan sebelumnya ialah. Kelengkapan - kelengkapan mesin bor, pelumasan jenis bahan yang hendak dibo, ukuan gais tengah bor, arah putaran serta kecepatan mesin bor, dan pencegahan kecelakaannya. Langkah dalam pengopeasian mesin bor memiliki 3 tahapan yaitu.
  • Langkah pemasangan Benda Kerja
Benda kerja yang hendak akan dibor dipasangkan pada pemegang benda kerja atau dikenal dengan sebutan ragum. Sebelum benda kerja dibor, bagian dari benda keja yang hendak dibo lebih baik diberikan tanda terlebih dahulu, dengan menggunakan Penitik. Setelah diberikan tanda, benda keja diletakkan pada pemegang benda kerja, dengan ketentuan ketentuan sebagai beikut.
    • Pencengkaman benda keja dengan menggunakan agum hanya dipegunakan untuk benda kerja yang rata dengan ukuan tebalnya lebih pendek dari pada tinggi mulut ragum bor. Ragum ini diikat di mesin bor dengan menggunakan baut dan mur tujuannya agar tidak mudah bergerak. Cara memasangnya ialah dengan meletakkan benda kerja di bagian tengah ragum. Bagian bawahnya ditahan dengan bantalan sejajar. Lalu, tuas diragum diputar sampai benda kerja ini tidak bergerak.
    • Benda kerja dengan bentuk batang bulat diletakkan di sebuah balok dengan bentuk V diatas meja mesin bor dan dicekam dengan batang pengikat khusus. Lalu, bagian atasnya benda kerja tidak dibor dijepit dengan menggunakan mur dan baut.
    • Pemasangan benda kerja yang hendak dibor tembus ialah dengan cara, benda kerja dicekam dengan batang penjepit lalu diletakkan diatas balok pemanahan yang tingginya sesuai dengan benda kerja. Setelah itu, baut pengikat pada batang penjepit dikencangkan agar benda tidak bergerak saat dilakukan proses pengeboran.
  • Langkah pemasangan Mata bor
Dalam proses pemasangan mata bor ini benda kerja harus dipasang pada meja mesin bor. Langkah pemasangan mata bor, sebagai berikut.
    • Bor dengan tangkai lurus (Tapper) dipasangkan pada lubang sumbu mesin bor tanpa menggunakan pemegang mata bor. Lubang pada alur akan menerima ujung tapper dan lubang tapper ini diimbangi oleh selubung yang sudah distandarisasi. Ujung tangkai tidak dipergunakan sebagai pemegang mata bor, tetapi untuk memudahkan proses pelepasan mata bor dari selubung.
    • Bor dengan tangkai silinder menggunakan pemegang bor yang memiliki dua ataupun 3 rahang. Bor ini harus dimasukkan dalam-dalam agar tidak terjadi slip saat mesin bor bekerja.
    • Bor yang memiliki kepala bulat lurus menggunakan pemegang ataupun penjepit bor otomatis dengan kunci pengatur.
    • Bor dengan kepala tirus menggunakan sarung penguung dengan ukuan yang berbeda - beda.
  • Langkah Pengeboran Benda Kerja
Sesudah benda kerja serta mata bor ini terpasang langkah selanjutnya ialah pengeboran benda kerja. Hal yang perlu untuk diperhatikan saat melakukan pengeboran pada benda kerja ialah sebagai berikut ini.
    • Benda kerja harus terpasang dengan baik pada ragum.
    • Pastikan ragum bor sudah diikat secara baik pada meja bor dengan mur dan baut pengikat.
    • Pastikan speed atau kecepatan putarannya dipergunakan sesuai.
    • Lihat kepala bor telah dijepit dengan baik belum oleh pemegang bor.
    • Menggunakan peralatan keselamatan kerja.
    • Jangan menyentuh tatal atau geram yyang masih melilit di mesin bo yang sedang beroperasi.
Pengeboran senter dibenda kerja dilakukan untuk dapat memberikan tanda di awal proses pengeboran. Tujuannya untuk pembuatan senter atau titik tengah ialah.
    • Mmeilih mata bor senter dengan diameter sedikit lebih kecil daripada bor yang dipergunakan.
    • Setelah mata bor dan benda kerja terpasang dengan baik, silahkan hidupkan mesin dan sentuh ujungnya senter dititik tanda benda kerjanya.
    • Lakukan proses pengeboran ini sambil memberikan pendinginan pada benda kerja dan mata bor sampau kedalaman sener yang dibutuhkan.
Berikut ini ialah langkah dalam proses pembuatan lubang kepala baut dan sekrup dengan bor benam.
    • Memilih bentuk mata bor yang sesuai dengan bntuk kepala baut dan sekrup yang di inginkan.
    • Atur posisi benda kerja tujuannya untuk tetap lurus dengan mata bor. Untuk arah vertikal cukup memutar handle, namungerak putar mejanya diatur dengan membuka pengunci dibawah meja.
    • Llau, kuncilah semua penguncinya. Dan matabor serta benda kerja terpasang dengan benar, jalankan spindle dan setuhkan ujungnya mata bor ini pada benda kerja.
    • Lakukan pengeboran sambil memberi pendingin pda benda kerja dan matabornya.
    • Naikkan bor ini secara berkala untuk dapat menghentikan heram. lakukan pengeboran sampai menembus benda kerjanya.
Saat proses ini, Pelubangan atau pengeboran lubang tembus dikerjakan dengan cara mengebor benda kerja sedalam 6mm. Pastikan juga bekas pengeboran benda kerja sudah benar. Lalu pengeboran diteruskan sampai tembus. Pengeboran lubang buntu dikerjakan dengan cara menyusakan 2mm dari kedalam benda kerja yang dibor.

Pengeboran dengan mesin bor tangan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pengeboran dari mesin bor meja. Adapun langkah pengeboran dengan bor tangan, antara lain ialah.
  • Sebelum mesin bor tangan dipergunakan, mata bor sudah harus terpasang pada mesin.
  • Dengan menggunakan kunci bor yang sudah disediakan, putar kearah berlawanan arah jarum jam untuk dpaat membuka drill bit. Mata bor dipasang dan dikencangkan dengan ccara memutar kunci searah dengan jarum jam.
  • Sebelum benda kerja ini dibor, benda kerja harus diberikan tanda dengan penitik terlebih dahulu.
  • Steker dihubungkan pada stop kontak dan lakukan pengaturan mesin bor.
  • Lalu, tekan tombol untuk dapat menyalakan mesin dan benda kerja dibor sampai dengan batas tertentu.
2. Penggunaan Mesin Gerinda
Menggerinda merupakan salah satu pekerjaan yang fungsinya untuk meratakan permukaan benda kerja hasil dari pengelasan ataupun pemotongan benda kerja. Berikut ini ialah langkah - langkah dalam menggerinda benda kerja.
  • Pencekaman Benda Kerja
Pencekaman pada benda kerja di meja mesin untuk gerunda permukaan ini dilakukan dengan menggunakan magnet penarik. Letak benda kerja juga harus sejajar dengan mesin meja. Namun, untuk pencekam ini pada gerinda silinder dilakukan dengan menggunakan chuck atau kepala tetap. Benda yang berbentuk silinder memanang dicekam dengan menggunakan 2 senter Di mesin gerinda duduk benda keja dipehagang menggunakan tangan. Penggeindaan dilakukan dengan caa menggesekkan benda keja pada batu gerinda secara terus menerus.
  • Pemilihan Batu Gerinda 
Dalam pemilihan ini harus disesuaikan dengan karakteristik dari benda kerja. Gerinda yang terbuat dari bahan alumunium Oksida atau Al2O3 ini digunakan untuk benda kerja yang memiliki kekuatan tarik yang tinggi , misalnya saja baja karbon, besi tempa,tungsten dan lain - lain. Batu gerinda silikon karbida digunakan untuk menggerinda bahan - bahan dengan kekuatan tarik rendah, misalnya saja besi kelabu, kuningan, peunggu, alumunium, tembaga, granit dll.
  • Pemasangan Batu Gerinda
Pemasangan batu gerinda ini dapat mempengaruhi kualitas dari pada hasilnya. Pemasangan batu gerinda yang salah akan membuat kecelakaan kerja dan juga kerusakan pada benda kerja. Sebelum melakukan penggerindaan, batu gerinda terlebih dahulu diperiksa kondisinya, lihat jika memang ada retakan pada batu gerinda. Cara memeriksanya ialah pada batu gerinda dengan menggantungkan batu gerinda di kawat ataupun busi yang diletakkan di lubangnya. Dan batu gerindanya dipukul pelan dengan menggunakan palu kayu atau karet sambil didengarkan bunyi yang dihasilkannya.

Terdapat 2 cara dalam proses pemasangannya. Pemasangan langsung dan tidak langsung. Pemasangan langsung merupakan pemasangan batu gerinda pada mesin gerinda meja. Pada pemasangan langsung, batu gerinda dapat dilepaskan setelah tidak digunakan kembali. Lalu pemasangan dengan tidak langsung dikerjakan dengan menggunakan bantuan collet atau batu gerinda tidak boleh dilepas walaupun tidak dipergunakan lagi, terkecuali saat akan diperiksa keseimbangannya.
  • Pengaturan Mesin Gerinda
Setelah terpasang pada mesin gerunda dilakukan beberapa pengaturan pada mesin gerinda. Jarak pergeseran pemakanan setiap langkahnya ditentukan berdasarkan ketebalan dari batu gerinda. Pergeseran pemakanan pada benda kerja yang kasar berkisar antara 2 per 3 sampai 3 per 4 dari tebalnya batu gerinda. Untuk pekerjaan dalan penghalusan benda kerja, pergeseran pemakanan setiap langkahnua ualaj 1 per 4 sampai 1 per 3 dari tebalnya batu gerinda. Pergeseran pemakanan untuk permukaan benda kerja yang halus sekali ialah 1 per 10 sampai 1 per 5. Kedalaman pemotongan tiap langkah berkisar antara 0,0025-0,03 mm untuk pemotongan kasa dan ,02-0,005 mm untuk penghalusan benda kerja atau finishing.
  • Pelaksanaan penggerindaan
Beberapa cara menggerinda benda kerja, ialah sebagai berikut.
    • Menggerinda permukaan merupakan proses penggerindaan pada permukaan yang lurus. Langkah penggerindaannya dilakukan dengan memotong atau menipiskan permukaan yang panjang dengan gerinda bentuk. Berikut ini merupakan langkahnya dalam penggerindaan permukaan.
      • Benda kerja diikat pada meja mesin menggunakan magnet.
      • Batu gerinda dipasang dan poros yang letakknya horizontal. Pemakanannya bergerak menurun dan diatur antara 1/1000 sampai 5/100 mm setiap gerak pemakanannya.
    • Menggerinda dengan mesin gerinda duduk dengan cara mendekatkan benda kerja ke gerinda yang berputar. Pemakanan dilakukan secara teratur sesuai dengan bentuk yang diharapkan.
    • Menggerinda dengan gerinda tangan dilakukan untuk penggerindaan hasil dari pengelasan.Adapun langkahnya dalam proses ini yaitu 
      • Benda kerja dijepit dengan menggunakan tang.
      • Penggerindaan dilakukan dengan cara mendekatkan gerinda pada benda kerja.
      • Setelah selesai matikan mesin gerinda dan disimpan diposisi yang terbalik.
    • Pemotongan benda kerja dilakukan dengan menggunakan gerinda potong sebagai berikut ini.
      • Benda kerja yang hendak dipotong disimpan dan dijepit di ragum
      • Nyalakan mesinnya. Setelah itu, gagang gerinda nya di pegang dengan menggunakan tangan.
      • Batu atau roda gerindanya didekatkan dengan pelat yang hendak akan dipotong.
      • Sewaktu terjadi gesekkan antara roda gerinda dengan pelat, gagang ditekan terus kebawah agar platnya terpotong dengan baik.
3. Penggunaan Kunci Impact
Kunci Impact dapat digunakan untuk mengendorkan baut atau mur yang sulit untuk dikendurkan dengan menggunakan kunci biasanya. Pemasangan baut dengan menggunakan kunci Impact sebaiknya dihindari karena momen pengencangannya sangat besar. Jika, dipaksakan akan membuat mur dan baut menjadi patah. Langkah penggunaannya ialah.
  • Sebelum kunci Impact dipergunakan, lihat posisinya dan kapasitas udaranya yang ada di kompressor.
  • Memilih mata soket yang akan dipergunakan sesuai dengan ukuran baut dan mur yang akan dikendorkan.
  • Pasangkan mata soket di kunci Impact
  • Lalu, arahkan kunci impacy ke baut atau mur. Jika, akan mengendokan baut, silahkan tekan tombol pada kunci impact. Mata soket pada kunci akan berputar mengendorkan baut.
4. Penggunaan Obeng Pneumatik
Ialah untuk dapat mengendorkan sekrup atau baut dengan keala baut berbentuk sekrup yang memang sulit untuk dibuka dengan menggunakan obeng biasa. Langkah - langkahnya dalam penggunaan ialah sebagai beikut ini.
  • Pemilihan jenis mata obeng yang dipergunakan haus sesuai dengan benruk sekup yang akan dikendorkan.
  • Memasangkan mata obeng pada obeng pneumatik
  • Lalu, obeng pneumatik diarahkan pada sekrup atau baut yang akan dikendorkan. Untuk mengendorkan sekrup atau baut, tekan tombolnya dan obeng ini akan berputar untuk mengendokan baut.

0 Response to "Cara dan Prosedur Penggunaan Power Tools"

コメントを投稿

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel