Materi 05 - Prinsip Kerja Sistem Instrumen

Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit.

HiroApriIto, Karawang – Sistem Instrumen adalah komponen sepeda motor berupa alat ukur yang memberikan informasi kepada pengendara tentang keadaan sepeda motor. Alat ukur ini ada yang bekerja secara mekanis atau secara elektrik. Jumlah komponen system instrument pada sepeda motor tidak selalu sama Biasanya semakin mahal sepeda motor, semakin lengkap dan canggih system instrumennya. Beberapa contoh komponen system instrument antara lain, spidometer, takometer, voltmeter, jam, pengukuran suhu mesin, pengukuran volume bahan bakar dan sebagiannya. Sistem instrument ini juga meliputi system peringatan yang akan yang akan memberikan tanda jika terjadi kerusakan atau gangguan pada komponen – komponen tertentu.

  • Spidometer

Spidometer merupakan komponen yang dipergunakan untuk mengukur kecepatan sepeda motor. Ada dua macam spidometer, yaitu tipe mekanis dan elektrik. Spidometer tipe mekanis bekerja secara mekanis dengan mengandalkan putaran roda depan yang diteruskan melalui kabel spidometer ke mekanisme spidometer. Spidometer dengan tipe elektrik mempunyai prinsip kerja yang sama, perbedaanya spidometer elektrik sudah bekerja secara elektrik. Untuk mengukur kecepatan sepeda motor, Spidometer elektrik mengukur putaran roda depan, gir depan, atau poros output transmisi dengan sensor khusus. Data yang dihasilkan sensor akan langsung dikirim ke spidometer dan ditampilkan dalam bentuk angak digital. Spidometer digital umumnya sudah mengguanakan panel TFT LCD ( Thin Film Transistor Liquid Crystal Display) sehingga tampilannya terkesan modern dan leih mudah terbaca.

  • Takometer

Takometer merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur kecepatan putaran mesin dengan satuan rpm (rotation per minute). Tidak semua sepeda motor memiliki atau menggunakan takometer, biasanya hanya sepeda motor Sport dan Bebek atau Skuter matik tertentu yang menggunakannya. Takometer bermanfaat untuk memandu pengendara disaat melakukan perpindahan gigi yang disesuaikan yaitu tipe mekanis dan elektrik. Takometer mekanis bekerja dengan cara menerima putaran mesin melalui kabel takometer dan menampilkannya di takometer tersebut. Takometer digital bekerja dengan mengolah data yang dihasilkan sensor putaran mesin (crankshaft position sensor) dan ditampilkan di takometer. Takometer digital lebih banyak dipergunakan pada sepeda motor yang menggunakan system injeksi bahan bakar.

  • Indikator Posisi Gigi Perseneling

Indikator ini hanya dipergunakan pada kendaraan sepeda motor yang menggunakan transmisi manual saja (tipe bebek dan sport). Dulu indicator ini hanya berupa sebuah indicator netral saja yang dipergunakan untuk dapat menunjukkan kalau transmisi berada pada posisi netral. Indikator netral menggunakan lampu dengan warna hijau dan sampai saat ini. Selanjutnya, tidak hanya posisi netral saja yang ditampilkan tetapi semua posisi gigi juga ikut ditampilkan di panel instrument. Terdapat dua macam tampilannya indicator posisi gigi, yaitu berupa indicator lampu dan angka digital. Indikator lampu dipergunakan dipanel instrument konvensional, sedangkan angka digital lebih banyak dipergunakan pada panel insrumen LCD.

Cara kerja sederhana, yaitu hanya dengan memanfaatkan saklar yang terpasang di bak transmisi. Saklar ini diaktifkan oleh tonjolan di shift drum yang jumlahnya sesuai dengan gigi ditambah 1 posisi netral. Saat tonjolan pertama mengenai saklar, maka lampu indicator gigi 1 akan menyala, dan selanjutnya sampai kembali lagi ke posisi netral. Saklar ini memutus dan menghubungkan massa lampu indicator posisi gigi. Jadi, sewaktu saklar terhubung, lampu indicator akan menyala karena mendapatkan massa. 

  • Pengukur Volume Bahan Bakar (Fuel Level Meter)

Pengukuran volume bahan bakar dipergunakan untuk dapat memberi petunjuk kepada pengendara sisa bahan bakar yang tersimpan dii tangki bahan bakar. Indikator bahan bakar terdiri dari dua komponen utama, yaitu pengirim sinyal dan penerima sinyal. Pengirim Sinyal berada pada Tangki Bahan Bakar dan penerima ialah pengirim sinyal dan penerima sinyal. Pengirim sinyal berada pada tangki bahan bakar dan penerima sinyal terdapat di panel instrument. Terdapat dua jenis pengukuran volume bahan bakar, yaitu tipe bimetal dan tipe cross coil. Pada pengukur Volume Bahan Bakar tipe cross coil, posisi jarum penunjuk tidak akan kembali ke posisi E atau Empty, sekalipun kunci kontak dalam posisi OFF. Keuntungannya penggunaan pengukur volume bahan bakar tipe cross coil dibandingkan dengan tipe bimetal ialah ketelitian yang tinggi, sudut jarum petunjuk cukup luas, dan tidak membutuhkan pengatur tegangan. 

Cara kerja pengukur volume bahan bakar tipe cross coil dapat dijelaskan sebagai berikut ini: Jarum penunjuk digerakkan oleh sebuah rotor magnet. Jika arus listrik mengalir ke cross coil, kumparan ini akan bisa membangkitkan medan magnet yang menyebabkan rotor magnetnya berputar serta jarum penunjuk bahan bakar bergerak. Saat posisi bahan bakar penuh, pelampung dari komponen pengirim sinyal akan naik maka nilai hambatannya berada di nilai terkecil.  Arus listrik mengalir dari baterai ke kunci kontak menuju kumparan L1 dan L2, komponen pengirim sinyal, dan menuju ke massa namun L3 dan L4 tidak dialirkan arus. Medan magnet yang kuat terbentuk pada kumparan L1 dan L2 yang menggerakkan jarum penunjuk ke kanan menuju arah posisi F atau Full.

Saat jumlah bahan bakar mulai berkurang hingga habis atau tangki kosong, nilai hambatan di komponen pengirim sinyal menjadi semakin besar maka mencapi nilai maksimumnya. Arus listrik akan mengalir dari baterai menuju kunci kontak, kumparan L1, L2 dilanjutkan ke L3 dan L4 serta menuju massa. Arus listrik yang mengalir ke kumparan L3 dan L4 lebih besar dibandingkan arus yang mengalir menuju kumparan L1 dan L2 maka kumparan L3 dan L4 akan membentuk medan magnet yang lebih kuat. Kemagnetan ini akan dapat menarik jarum penunjuk jumlah bahan bakar kea rah E atau Empty.

  • Pengukur Suhu Mesin ( Engine Temperature ).

Banyak dipergunakan pada kendaraan roda dua yang menggunakan system pendingin air. Komponen ini dipergunakan untuk menunjukkan suhu cairan pendingin yang mewakili suhu mesin saat sedang bekerja. Dengan komponen ini terjadinya overheat dapat dihindari disebabkan suhu mesin selalu terpantau. Pengukuran suhu mesin menggunakan sensor suhu pada umumnya yang terpasang pada bagian saluran pendingin air. Sensor ini ialah thermistor yang nilainya akan berubah seiring dengan perubahan pada suhu cairan pendingin.

Terdapat 3 bentuk pengukuran suhu mesin, diantaranya lampu peringatan, indicator mekanis dengan jarum penunjuk, dan indicator yang menyajikan suhu mesin dalam bentuk angka digital atau elektrik. Kendaraan roda dua, jenis yang paling banyak digunakan yaitu lampu indicator dan angka digital. Cara kerjanya mirip dengan pengukur volume bahan bakar, yaitu dengan memanfaatkan perubahan nilai hambatan sensor suhu. Perubahan nilai hambatan ini lalu diinterpretasikan kedalam bentuk suhu mesin. Alhasilnya ditampilkan pada pengukur suhu mesin, baik berupa lampu indicator atau angka digital.

  • Pengukur Tegangan Listrik ( Voltmeter )

Dulu Voltmeter jarang sekali digunakan pada kendaraan roda dua, khususnya yang diproduksi serta dipasarkan di Indonesia. Voltmeter ini mulai banyak dipergunakan saat populasi motor injeksi semakin banyak. Keputusan perusahaan untuk menghilangkan Engkol / Kick Stater pada kendaraan membuat banyak kendaraan menggunakan Voltmeter. Prinsip kerjanya dibaut menjadi satu dengan panel instrument dan selalu bekerja selama system kelistrikan pada sepeda motor dialiri arus listrik.

0 Response to "Materi 05 - Prinsip Kerja Sistem Instrumen"

コメントを投稿

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel