Kerja Bangku Alat dan Fungsinya

Tenang Link yang kami berikan pasti aman dari Virus, Malware, Pencurian Data, Dll.

HiroApriIto, Karawang - Kerja bangku ialah keterampilan dari dasar yang memang sudah harus dimiliki oleh setiap masyarakat. biasanya yang sudah menjadi dasar dari pada kerja bangku ialah mengikir. Mengikir ialah suatu pekerjaan yang mana untuk mearatakan permukaan benda dan juga membentuk benda kerja dengan menggunakan kiki.
Dan biasanya peralatan kerja bangku ini selain mengikir masih banyak, misalnya saja. gegaji, tap dan snei.
  • Kikir
Sebelumnya juga sudah dibahas terkait dengan mengikir kalau mengikir merupakan suatu pekerjaan dalam proses perataan permukaan benda kerja dengan menggunakan gigi - gigi dari kikir. Kikir ini terdiri atas bilah kikir dan handle. Boilah kikir ini merupakan permukaan pada kikir yang dipergunakan untuk mengikir benda kerja. Bilah kikir memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda sesuai dengan bentuk dari benda kerja. Pada bilah kikir alur. Alur inilah yang berhubungan langsung dan akan mengikis permukaan benda kerja.

Alur permukaan pada kikir ada 2, yang mana alur tunggal dan juga alur silang. Kikir beralur tunggal difungsikan untuk dapat mengikir logam yang lunak. Misalnya saja Alumunium. Sedangkan untuk kikir yang beralur silang paling sering dipergunakan, dikarenakan proses perataan benda kerjanya lebih cepat jika dibandingkan dengan yang alur tunggal. Gigi yang terdapat pada kikir sebenarnya memiliki tingkat kekerasan yang cukup berbeda sesuai dengan kegunaannya. 
    • Kikir dengan Gigi yang kasar dipakai saat hendak melakukan pekerjaan awal.
    • Kikir dengan Gigi yang sedang dipakai untuk meratakan benda kerja yang telah diratakan sebelumnya oleh kikir dengan gigi yang kasar.
    • Kikir dengan Gigi yang halus digunakan saat terakhir atau digunakan saat hendak akan menghaluskan benda kerja.
Kikir ini digengam dengan menggunakan kedua tangan. Tangan kanan digunakan untuk menggengam gagang kikir dan tangan yang kiri untuk memegang ujung bilah kikir. Ibu jari tangan kanan diletakkan di atas gagang, dan jari-jarinya berada di bawah gagang. Tangan kiri memegang ujung kikir dengan menggunakan telapak tangan dan ibu jari rapat satu dengan yang lainnya dan melipat kebawah tetapi tidk menggengam ujung kikirnya.

Perhatikan saat berlangsungnya proses ini, posisikan tubuh kalian berada di posisi sebelah kiri ragum. Kaki dalam kondisi terbentang dengan keadaan menyesuaikan panjang dari kikirnya. Sudut diantara poros ragum dan juga kaki mendekati 30 Derajat kaki kiri 75 Derajat untuk kaki kanan. Posisi badan bediri tegak serta perlahan condong maju selama proses pemotongan . Kaki sebelah kanan dalam kondisi lurus. Pandangan lurus dan selalu tertuju pada benda kerja. 

Mengikir benda kerja memanfaatkan tekanan tangan di kikir. Dengan kata lain, tekanan tangan kanan serta tangan kiri saat hendak akan mengikir wajib di perhatikan. Sewaktu melakukan proses pengikiran , tekanan pada tangan sebelah kiri lebih besar dari pada tangan yang kanan. Sewaktu mencapai bagian tengah benda kerja, maka tekanan tangan kanan dan kiri diharuskan untuk diseimbangkan. Tekanan yang tidak seimbang. Tekanan yang tidak seimbang pada tangan kanan dan kiri akan membuat hasil yang tidak rata. Jika, sudah mengikir sampai dengan ujung benda, maka tangan kanan di haruskan maksimal. dan akan membuat hasil yang menjadi stabil. Sewakatu kikir ditarik kebelakang , maka kikir tidak diberi tekanan agar gigi kikir tidak cepat aus atau tumpul.
  • Penggores
Penggores dipergunakan untuk dapat memberikan tanda garis atau menggambar pada benda kerja dengan menggunakan pola tertentu, misalnya dengan dipotong, dilipat, di lubangi dll. Terdapat 2 jenis penggores yaitu penggores perata dan jangka penggores. Penggores perata ialah penggores yang digunakan untuk dapat memberi tanda beupa garis lurus. Caranya ialah dengan meletakkan penggores dan benda kerja di meja perata. Selanjutnya ialah, penggores digeser dan digoreskan dibenda kerja, maka akan langsung mendapatkan gais luus teipta di benda kerja.

Jangka penggores ini memiliki kegunaan yang sama dengan penggores pada umumnya, Jangka penggoes dapat dipegunakan untuk membuat dua gais luus yang sejajar. Tedapat 3 jenis jangka penggoes, yaitu jangka penggoes pemukaan dalam, dan jangka penggoes bagian luar. Jangka penggores lurus difungsikan untuk menandai garris sejajar dipermukaan benda kerja. Jangka penggores permukaan dalam atau inside difungsikan untuk dapat membuat garis pada permukaan bagian dalam benda kerja, contohnya ialah besi profil U. Jangka penggores permukaan outside atau luar dipergunakan untuk memberi garis dibagian tepi kanan dan kiri permukaan benda kerja.
  • Penitik
Diungsikan untuk dapat memberikan tanda yaitu titik dibenda kerja, dengan maksud agar tidak tertukar, tanda dari garis yang sedang dikerjakan atau dipotong, serta pertemuan antara kedua garis tengah, dan saat hendak akan melubangi benda kerja. Cara memberikan tanda pada benda kerja dengan cara menitik dengan penitik ialah Penitik dipegang dengan menggunakan tangan kiri , lalu miringkan dan geser penitik satu kali dengan menggunakan pukulan yang ringan. Seandainya posisi titik sudah tepat, silahkan pukul penitik sekali lagi untuk dapat memperjelas tanda titik tersebut. Sudut penitik ada dua sudut 45 Derajat dan 60 Derajat.
  • Sikat Kawat
Sikat kawat dipergunakan untuk dapat membersihkan geram atau serbuk besi pada kikir dan benda kerja. Bahan dasar sikat kawat yaitu. Baja, Kuningan, Tembaga, Dll. Pembersihan geram pada kikir menggunakan sikat kawat yang dilakukan dengan menyikat gigi kikir searah dengan alurnya. Gerakan sikat kawat dalam satu arah agar geramnya mudah dibersihkan.
  • Ragum
Saat hendak akan meratakan permukaan benda kerja dengan menggunakan kikir, maka diperlukan alat yang memiliki fungsi untuk dapat memegang benda kerja yang disebut dengan Ragum. Ragum dipergunakan agar pekerjaan lebih mudah serta aman. Bagian permukaan ragum yang dipergunakan untuk menjepit benda kerjadapat diganti sesuai dengan ukuran dan jenis bahan dari benda kerjanya. Untuk benda kerja yang lunak, bagian permukaan ragum dilapisi dengan bahan yang lunak pula dengan maksud bagian dari permukaannya tidak rusak.

Ketinggian ragun juga disesuaikan dengan ketinggian seorang operator untuk dapat menjaga keselamatan dan kenyamanan operator. Ketinggian ragum dapat ditentukan dengan cara posisi badan berdiri tegak didepan ragum, lalu tangan membentuk siku dengan telapak tangan diletakkan pada dagu dan ujung siku diletakkan diatas bagian ragum yang paling atas. Ukuran ragum yang sesuai ialah ragum yang membentuk garis lurus dengan tangan. Perlu diperhatikan pula, ketinggian ragum ini dapat ditentukan sewaktu pelaksanaan pengikiran, tangan harus membentuk sudut siku - siku dengan ragum dan posisi badan tegak lurus.
  • Penggaris siku
Dipergunakan untuk dapat mengukur kerataan benda yang dikikir, mengukur ketebalan benda kerja, mengetahui kesikuan antarbidang dari benda kerja, dengan menggambar pola di benda kerja. Cara untuk megetahui kerataan benda kerja dengan penggaris siku ialah dengan cara meletakkan penggaris sikunya diatas benda kerja yang hendak akan diukur, lalu diarahkan ke cahaya matahari. Jika memang cahayanya masih bisa melewati celah penggarisnya maka disimpulkan belum rata.
  • Gergaji
Gergaji ialah peralatan yang dipergunakan untuk memotong benda kerrja. Gegaji yang biasanya dipergunakan dalam dunia Teknik ialah gergaji khusus yang mana difungsikan untuk dapat memotong Bei dan juga Plat Baja. Gegaji ini terdiri dari rangka bilah. Bilah gergaji ini memiliki gerigi atau mata gigi yang ukurannya ialah 24,18, dan 32 tpi atau teeth per inchi, atau jumlah mata giginya sama dengan inchi. Ukuran mata gigi gergaji juga ditandai dengan nomor urut 1 sampai dengan 3. Ukuran no 1 memiliki jumlah gigi 14-18 tpi difungsikan untuk benda pejal, tembaga, dan besi tuang. No.2 memiliki gigi 22 - 24 tpi difungsikan untuk bahan dengan bentuk tebal dan juga baja bahan karbon tinggi. No.3 memiliki jumlah gigi 28 - 32 tpi difungsikan sebagai bahan dengan bentuk yang tipis, pelat, kawat dan pipa tipis jumlah giginya 28-32 tpi.

Pemilihan jumlah mata gigi disesuaikan dengan bahan yang hendak akan dipotong.Semakin keras bahannya yang akan dipotong maka dipergunakanlah gergaji yang semakin sedikit giginya. Bilah gergaji pada gagang dapat dilepas dan juga digantikan jika memang sudah dalam kondisi tumpul atau rusak. Pemasangannya dilakukan dengan memasang mata gigi lurus mengarah kedepan.
  • Tap
Tap ialah sebuah alat yang diffungsikan untuk dapat membuat ulir dalam dengan tangan ataupun mesin. Tap ini berbentuk ulir luar yang digerinda dengan 3 atau lebih lekukan memanjang atau alur. Alur pada tap ini membentuk sisi pemotongan sehingga akan bisa membuat ulir dalam pada logam. Tap juga dilengkapi dengan tangkai tap yang panjang lengan pemutarnya disesuaikan dengan diameter tapnya.

Tap terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian pembentuk, tap menengah, dan tap penghalus atau finishing. Tap pembentuk diffungsikan untuk dapat membentuk alur ulir pada benda kerja yang sudah dilubangi dengan menggunakan mesin bor. Ujung tap pembentuk berbentuk lebih tirus dan alur pemakannya lebih dangkal. Alur yang telah terbentuk pada tap pembentuk, akan mempermudah proses pembentukkan ulir pada saat menggunakan tap menengah. Tap menengah memiliki ulir pemakanan yang lebih dalam sehingga dapat membentuk ulir dalam pada benda kerja. Setelah ulir terbentuk, benda kerja dihaluskan alurnya dengan menggunakan tap penghalus. Artinya adalah ukuran ulir dalam dapat disesuaikan dengan ulir luarnya.

Sewaktu hendak akan membuat ulir dalam pada baja pejal, maka baja ini diharuskan dibor terlebih dahulu dengan diameter yang lebih kecil dari ulir yang dibuat. Untuk membuat ulir dalam dengan tap, maka tap dipasangkan pada pemegang atau tangkai tap, lalu dikencangkan dengan memutar yang juga sama berfungsi seperti ulir. Tap dan tangkai dipergunakan harus sesuai dengan ukurannya. Benda kerja yang sudah dibor dijepit dengan menggunakan ragum. Lalu, dimasukkan kedalam lubang pada benda kerja. Kedudukan tap harus tegak lurus terhadap benda kerja. Tap ditekan dengan ccara diputar secara perlahan dengan menggunakan tekanan yang simbang. Jika sudah terjadi pemakanan, tap tidak lagi perlu untuk ditahan. Tap kembali diputar keatas dengan maksud agar tatalnya putus, meringankan putaran tap, dan menjaga ketahanan tap.

Setiap pembuatan ulir dengan tap, pada lubang maka harus diberikan cairan pendingin agar putarannya tap tetap lancar dan mendinginkan benda kerja. Llau, putar balik tap, Gerakkan memutar tap diulang kembali dengan putaran yang baik serta seimbang sampai batasan ulir terakhir. Dan penggunaannya harus sesuai dengan urutannya.
  • Snei
Snei ialah alat yang dipergunakan untuk dapat membuat ulir luar dengan menggunakan tangan. Ada 2 jenis snei yang dipergunakan, yaitu snei bulat dan juga snei segi enam. Pada snei terdapat pemutar yang dipergunakan untuk dapat memutar snei pada saat membuat ulir luar.

Caranya ialah ukuran snei yang dipergunakan harus sesuai dengan diameter batang yang dibuat ulirnya. Ujung dari benda kerja harus dichammper dengan tujuan mempermudah memasukkan snei serta memudahkan untuk memperoleh dudukan yang tegak lurus. Lalu silahkan dijepit diragum. Ujung benda kerja yang sudah dichammper diletakkan didalam snei dengan kedudukan 90 derajat atau tegak lurus, dan tangkai pemutar diputar dengan tekanan yang seimbang. Kedudukan benda kerja dan snei benar - benar tegak lurus. Snei diputabolak balik kedepan dan kebelakang dengan maksud tatalnya putus dan mudah keluar. Saat memulai pemotongan, benda keja dan snei ini dibeikan cairan pendingin terkecuali besi tuang.

0 Response to "Kerja Bangku Alat dan Fungsinya"

コメントを投稿

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel